Selain itu, para siswa juga ditunjukkan sebuah video anak-anak bercerita tentang kematian di keluarga mereka.
Adrian (43), ayah dari Ryan (10), mengatakan, metode mengajar tersebut bisa meninggalkan kesan menakutkan bagi anak-anak.
"Anak saya pulang dan bercerita bahwa banyak anak menangis di kelas setelah ditunjukkan video yang benar-benar sensitif," kata Adrian.
"Mereka diminta menggambar seseorang tercinta yang sudah meninggal."
Ketika ia komplain dan bertemu dengan para guru, kata Adrian, mereka menyebutkan hal itu merupakan bagian dari Kurikulum untuk Keunggulan.
"Menurut saya, memang penting bagi anak untuk belajar tentang dukacita, tetapi caranya bukan demikian," kata Adrian.
Atas cara mengajar yang aneh tersebut, Adrian dan orangtua siswa lainnya mengajukan protes ke Dewan Fife. Namun, otoritas lokal membela pelajaran tentang dukacita itu sebagai bagian dari Kurikulum untuk Keunggulan. Anak diajarkan kemampuan emosional, selain mata pelajaran tradisional lainnya.
LahanPoker.com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik.
LahanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.
Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR
LiveChat : http://lahanpoker.com
Yahoo : lahanpoker@yahoo.com
bbm : 55CF586C
Wechat : lahanpoker
Whatsapp : +66622576847
Line : LahanPoker
Facebook : LahanPoker
Twitter : @lahan_poker
Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR
Contact Person :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar